Google Ads

Kamis, 07 Juli 2011

ilmu pendidikan Anak (pedagogik) sangat penting zaman ini

ilmu pendidikan Anak (pedagogik) sangat penting zaman ini

PENDAHULUAN

A. Pengertian Ilmu
Definisi Ilmu, secara etimologis istilah ilmu berasal dari kata alama (bahasa Arab) yang berarti tahu, george Thomas White Patrick dalam bukunya ”Introduction to Philisophy” menyatakan behwa dalam bahasa Latin dikenal pula kata scio, scire (sebagai asal kata science) yang juga berarti pengetahuan (H.endang Syafuddin Anshari, 1983:47). Ada berbagai jenis pengetahuan, berbagai jenis pengetahuan, berbagai jenis pengetahuan itu antara lain diklasifikasikan orang menjadi : revealed knowledge, intuitif knowledge, rational knowledge, empirical knowledge, dan authoritative knowledge (G.F. Kneller, 1971-217).
Syarat-syarat (Kriteria) Ilmu. Terdapat tiga syaraf pokok yang harus dipenuhi oleh suatu disiplin ilmu yang otonom. Ketiga syarat yang dimaksud yaitu :
1. Memiliki objek studi (objek formal) tersendiri yang menyebabkannnya dari objek studi disiplin ilmu yang lainnya.
2. Metodis, yaitu menggunakan metode (metode penelitian penelitian ilmiah) tertentu yang tepat dalam rangka mempelajari objek studinya.
3. Sistematis, artinya bahwa hasil studinya merupakan kesatuan pengetahuan mengenai objek studinya yang tersusun saling berhubungan secara terpandu.
Status Keilmuan Pedagogik
Diantara para ilmuan telah banyak yang menyatakan behwa pedagogik berstatus sebagai suatu ilmu yang otonom. Menurut banyak ahli, pandangan ilmiah tentang gejala pendidikan itu (pedagogik) merupakan ilmu tersendiri, sejajar dengan ilmu-ilmu tentang humanisme (science humaines atau human sciences) seperti ekonomi, hukum, sosilogi, dsb. (Driyakara (1980:60). Mari kita kaji pendapat di atas dengan mengacu kepada tiga persyaratan (kriteria) keilmuan sebagaimana telah dikemukakan terdahulu, yaitu berkenaan dengan objek studinya, metode studinya, dan sifat sistematis dari hasil studinya.

1.objek studi pedagogik
Dapat dirumuskan bahwa objek studi ilmu meliputi bebagai hal sebatas yang dapat dialami manusia.Objek studi ilmu dibedakan menjadi:
1.objek material adalah sesuatu yang dipelajari oleh suatu ilmu dalam wujud materinya, objek formal
2.objek formal adalah suatu bentuk yang khas atau spesifik dari objek maaterial yang dipelajari oleh suatu ilmu.
Setiap disiplin ilmu memiliki objek material dan objek formal tertentu.Beberapa disiplin ilmu mungkin memiliki objek material yang berbeda,tetapi mungkin pula mempunyai objek material yang sama.namun demikian,sebagai ilmu yang otonom setiap ilmu harus mempunyai objek formal yang spesifik dan berbeda dapipada objek formal ilmu yang lainnya.
2.metode studi (penelitian)
Semua disiplin ilmu dalam mempelajari objek studi tentu menggunakan metode ilmiah,demikian pula pedagogik.
Dalam rangka operasinya,metode ilmiah dijabarkan kedalam metode penilitian ilmiah.Adapun metode ilmiah tersebut dibedakan menjadi dua jenis yaitu:
(1) metode penelitian kualitatif
(2) metode penelitian kuantitatif
yang tergolong metode penelitian kualitatif antara lain metode fenomenologi,heurmatika,dan etnometologi,sedangkan yang tergolong metode penelitian kuantitaif antara lain metode eksperimen,metode kuasi,eksperimen,metode korelasional

ILMU PENDIDIKAN

A. Pengantar
Bagaimana menguji Validasi ilmu pendidikan, bila prosedur pengujian Validasi yang sering digunakan disiplin ilmu sulit diaplikasikan pada pendidikan. Prosedur ilmiah memberi informasi mengenai dunia empiris yang di validasi dengan cara diterima/ditolak bila sesuai atau tidak sesuai dengan fakta empiris. Sedangkan ilmu pendidikan tidak memberikan penjelasan tentang apa yang harus menunjukan argumentative dan konsisten. Oleh karena itu, ilmu pendidikan yang tidak mengandung unsur sebagaimana disiplin ilmu, bukan berarti ilmu pendidikan tidak ilmiah, melainkan termasuk kategori lain, yaitu sebagai ilmu praktis.
B. Struktur Disiplin Ilmu
Ilmu pendidikan sebagai ilmu yang tidak ilmiah, bila hanya di dasarkan pada: (a) hasil validasi yang lemah andaikata ilmu pendidikan diuji melalui porosedur ilmiah yang biasa digunakan berbagai disiplin ilmu, (b)penilaian banyak pihak terhadap realitas pelaksanaan pendidikan yang menunjukan kondisi belum menggembiraan khalayak di Indonesia, dan (c) bermunculan praksis pendidikan yang menggunakan pendekatan baru, terutama pendekatan keagamaan/ kerohanian, teknologi dan kombinasi psikologi dengan biologi.
Pada umumnya disiplin ilmu merumuskan kesimpulan generalis dari fakta empiris. Kondisi awal (bahan mentah) dari fenomena alam diasumsikan meimilki pola pragmentaris, seragam,dan universal. Sehingga disiplin ilmu bersifat deskripsi dan eksplanasi.
Disiplin ilmu mendeskripsikan dan mengeksplenasikan seperti apa ala mini melalui prosedur ilmiah seperti observasi dan eksperimen. Prosedur ilmiah berusaha mengetahui hokum alam yang berlaku bagi benda- benda , peristiwa ,dan situasi. Validasi prosedur ilmiah memandang penjelasan yang memadai tentang apa yang terjadi di dunia ini, sehingga dapat dipahami mengapa dan bagaimana sesuatu itu menjadi apa adanya.
Usaha memahami hal tersebut, sebagai hasrat manusia membuka rahasia alam semesta masa lalu dan kini dalam hubungannya dengan masa yang akan datang. Terutama dalam rangka upaya memprediksi , mengendalikan. Mengontrol . sehingga dari alam itu diperoleh manfaat yang besar.
C. Struktur Ilmu Pendidikan
Namun demikian, ilmu pendidikan berada pada rumpun yang berbeda daripada disiplin ilmu. Sehingga prosedur disiplin ilmu tidak dapat digunakan sebagai alat uji validasi ilmu pendidikan. Artinya, dapat disimpulkan bahwa eksistensi ilmu pendidikan berada di luar rumpun disiplin ilmu. Begitu puila alat uji pun tidak boleh digunakan alat uji prosedur disiplin ilmu, tetapi harus dengan prosedur yang dimilikinya sendiri.
oleh karena itu, harus disadari bahwa eksistensi disiplin ilmu ternyata di dampingi oleh kehadiran ilmu pendidikan. Sehingga dengan peduli terhadap kedua rumpun ilmu tersebut akan memahami dan mengenali persamaan dan perbedaannya.
Ketika itu dalam mempersiapkan ketenagakerjaan, sistem pendidikan Tinggi di Indonesia di bedakan atas dua jenis kelompok profesi kependidikan , peraturan tersebut tertuang dalam keputusan Mendikbud RI Nomor :0124/U/1979
Terbitnya keputusan tersebut antara lain didasarkan atas pertimbangan usaha meningkatkan mutu pendidikan, perlu di tingkatkan lebih dahulu kemampuan tenaga pengajar dan perlu di berikan rangsangan dan penghargaan yang memadai kepada tenaga kependidikan pada semua tingkatan.
Ilmu pendidikan bukan mencoba menjelaskan fenomena alam, melainkan merekomendasikan apa yang harus dilaksanakan dalam praksis pendidikan. Artinya, ilmu pendidikan memilki prosedur sendiri untuk memvalidasi. Keilmiahannya dan terlepas dari prosedur disiplin ilmu. Validasi ilmu pendidikan terletak / tergantunbng pada ada/ tidaknya cukup bukti rumusan berbagai rekomendasi bagi praksis pendidikan. Sehingga ilmu pendidikan merupakan rumpun ilmu praksis (Practical)
Ilmu pendidikan merumuskan kesimpulan dalam bentuk perskripsi. Prosedur ilmu pendidikan diawali dengan anggapan bahwa suatu keadaan itu seharusnya demikian atau mengandung maksud. Tujuan tertentu. Kemudian merumuskan rekomendasi dalam bentuk pedoman untuk mencapai tujuan tersebut. Berupa kesimpulan pedoman yang layak dilaksanakan.
Untuk lebih jelasnya Moore T.W (1977) menggambarkan model penjelasan ilmu pendidikan dengan sebuah bangunan yang lantai bawahnya di huni ilmu pendidikan, dan lantai dasar berlangsung berbagai jenis kegiatan pendidikan.
Filsafat pendidikan sebagai lembaga yang membaha /mendiskusikan jenis isu pendidikan pada posisi sosial/politik yang berbeda. Dilembaga ini pula tempat konsultasi berbagai rumusan rekomendasi dab prinsip –prinsip pendidikan yang mempengaruhi pelaksanaan pendidikanm seperti dari psikologi, sosiologi, dan ekonomi.
Ilmu pendidikan sebagai lembaga yang melaksanakan penelitian, pengujian dan validasi . penjelasan konsep- konsep. Ilmu pendidikan membimbing”mereka” yang terlibat didalam kegiatan pendidikan, di sekolah, dan tempat lain. Ilmu pendidikan merelomendasikan perskripsi bagi para guru dalam melaksanakan kegiatan pendidikan.
Sedangkan pada lantai dasar diisi dengan berbagai jenis kegiatan pendidikan seperti di ruang kelas berlangsung proses belajar mengajar, demontrasi dan lain- lain.

D. Kedudukan Ilmu pendidikan di Indonesia
Bertolak dari uraian diatas, dapat dengan mudah merekontruksi/ memformat ilmu pendidikan yang berkembang di Indonesia, diantaranya dengan menempatkan versi Anglo Saxon di lantai paling dasar versi kegiatan pendidikan di Indonesia sesuai dengan sosio-politik dan kulturnya,
Versi Anglo-Saxon dkenal dengan sebutan Filsafat pendidikan. Diantara pengembangnya adalah John Locke,D.Hume dan John Dewey. Pada umumnya bertolak dari asumsi liberalisme ,dan utilitarianisme. Tiap individu di yakini memilki kemauan yang bebas . manusia memilki peluang yang terbuka untuk menggapai kebahagiaan setinggi- tingginya . manusia mampu mengatasi permasalahan berdasarkana pengalamannya.
Inti substansi berupa asumsi untuk pembentukan kepribadian , pengembangan kecerdasan dan pemantapan emosi. Asumsi tersebut telah di jadikan objek kajian dari berbagai disiplin ilmu. Terutama Psikologi, Sosiologi dan Ekonomi(baca:Managemen). Hasil kajian ilmiahnya itu kemudian diaplikasikan ke dalam dunia pendidikan sebagaimana yang dikenal dengan Psikologi Pendidikan, Sosiologi Pendidikan, dan Administrasi Pendidikan.
Melalui Psikologi Pendidikan diantaranya diperoleh pedoman / penjelasan tentang (a) teori belajar berdasarkan fase tugas perkembangan manusia,.(b) model bantuan untuk mengembangkan kepribadian seseorang, (c) model lingkungan pendidikan yang kondusif bagi individu.
Sosiologi Pendidikan antara lain dapat membantu hal- hal yang berhubungan dengan(A) pedoman interaksi, komunikasi dan Message dalam proses pendidikan, (b) pedoman yang berinteraksi dengan simbol –simbol atau media pendidikan,.dan(c) pedoan tentang bagaimana masyarakat menyelenggarakan pendidikan.
Sedangkan Administrasi pendidikan diantaranya dapat membantu hal – hal yang berkaitan dengan: (a) pedoman penataan strategi belajar,(b) pedoman penataan sarana/ prasarana , tenaga , dan biaya pendidikan, (c) pedoman pengorganisasian penyelenggaraan pendidikan.
Asumsi – asumsi tersebut bahkan telah dijadikan obyek kajian ilmu dengan cara di kombinasikan. Kombinasi Biologi dan Psikologi melahirkan Sex Education,kombinasi Psikologi dan Ekonomi melahirkan System dan instrctional Systems.
Versi Kontinental dikenal dengan sebutan Pedagogik diantara pengembangannya adalah M.J Lavengeld. Pada umumnya bertolak dari asumsi eksistensialisme dan fenomenologisme. Tiap manusia harus mengkombinasikan pengamatan dan perenungan agar menghasilkan penghayatan. Penghayatan manusia di yakini dapat membantu menemukan hakekat sesuatu.
Inti substansi berupa petunjuk ke arah yang tepat bagi haluan pendidikan dan pedoman praktis tentang pelaksanaan pendidikan. Teritama model pendidikan yang tepat dalam mencapai tujuannya serta jenis – jenis upaya untuk mengatasi problematikan pendidikan
Hasil kajian pedagogik antara lain telah melahirkan (a) pedagodik Teoritis seperti Sejarah Pendidikan dan Pedagogik Sistematis,(b) Pedagogik Praktis seperti Didaktik dan metodik.
Akhirnya, tentang kegiatan pendidikan atau praksis pendidikan sebagai lantai dasar. Dalam sosio – politik dan kultur Indonesia pelaksanaan pendidikan dokategorikan pada lembaga pendidikan keluarga, sekolah dan masyarakat.
Bila kenyataan itu si hargai, maka lembaga penyedia (Supply) permintaan (demand) sebagaimana terorganisasi pada lembaga pendidikan keluarga, sekolah dan masyarakat . sehingga lembaga penyedia tenaga (Supplier) pun terdiri atas a) Fakultas Ilmu Pendidikan untuk memenuhi permintaan tenaga kerja yang berkaitan dengan pendidikan keluarga dan anak usia dini/ pendidikan dasar,(b) Fakultas Keguruan untuk memenuhi permintaan tenaga guru dalam segala jeni sbidang studi serta teknisinya dan(c) fakultas Pengembangan masyarakat (Community Developlemnt ) untuk memenuhi permintaan tenaga pengembang masyarakat seperti pekerja sosial,animasi sosial,enabler,catalyst, hidden, persuasif, koordinator, fasilitator dan lain- lain.

E. Karakteristik Ilmu Pendidikan

Untuk menciptakan proses pendidikan antara lain dengan cara melaksanakan (a)transmisi pengetahuan /transformasi budaya,(b) pembentukan pribadi,(c) persiapan tenaga kerja,(d) penyesuaian diri di masa yang akan datang (e) pembangunan manusia seutuhnya,(f) usaha terus menerus sepanjang hayat.
Kesemuanya itu, guna mewujudkan tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan berbeda –beda dan tujuan pendidikan nasional kita memiliki hirarki dari tujuan umum, tujuan institutional, tujauan kurikuler, sampai ke objectives (TIU dan TIK). Sudah barang tentu, tujuam pendidikan akan tercapai setelah mengalami proses pendidikan maupun terdidik untuk menciptakansituasi normatif guna membangun kedewasaan. Selama proses pendidikan, melibatkan unsur terkait seperti unsur terdidik , pendidik, interaksi/ pergaulan,tujuan/ kedewasaan, isi/ materi, alat/ metode. Dan lingkungan pendidikan.
Ciri- ciri situasi pendidikan tersebut mngandung unsur – unsur pendidikan yang meliputi anak didik, orang dewasa, kasih sayang dan kepercayaan, kewibaan, pergaulan, tanggung jawab, dan tujuan pendidikan. Anak didik adalah manusia ”kecil” yang masih berkembang struktur dan kepribadiannya, pandangan hidup dan cara berpikirnya serta tanggungjawabnya. Orang dewasa ialah manusia yang perilakunya secara konsisten dan bertanggungjawab dapat melaksanakan norma atau moral yang baik.

Senin, 04 Juli 2011

Operasi Dasar Komputer dan Perangkat lunak pada Sistem Informasi

A. Prosedur Baku Menghidupkan dan Mematikan Komputer


Sebelum menggunakan komputer, terdapat beberapa hal yang harus di perhatikan , yaitu :

1. Memastikan kabel listrik sudah terhubung dengan komputer
2. Memastikan kabel monitor, keyboard, mouse, printer dan peralatan lainnya yang dibutuhkan sudah terpasang dengan baik.

Operasi Dasar Komputer dan Perangkat lunak dalam Sistem Informasi - TIK SMAN 12 Jakarta Timur
A.1 Menghidupkan Komputer



Untuk menghidupkan komputer, kamu dapat melakukan langkah-langkah berikut:

* Tekan tombol Power atau tombol On pada Komputer
* Selanjutnya Komputer akan melakukan booting dengan menjalankan BIOS ( Basic Input Output System ) yang terdapat pada komputer. Jika pada komputer telah terpasang sistem operasi seperti Microsoft Window atau Linux maka selanjutnya komputer akan menjalankan prosedur untuk membuka sistem operasi yang terpasang pada komputer tersebut.
* Komputer yang berada pada suatu jaringan biasanya mengharuskan penguna komputer untuk Log in terlebih dahulu sebelum memasuki Sistem. Jika komputer yang kamu gunakan berada dalam suatu jaringan dan mengharuskan kamu melakukan Log in, gunakan username dan password yang telah diberikan.


A.2 Mematikan Komputer




Operasi Dasar Komputer dan Perangkat lunak dalam Sistem Informasi - TIK SMAN 12 Jakarta Timur
Setelah kamu selesai menggunakan komputer, sebaiknya tidak langsung mematikan tombol Power langsung, karena akan menyebabkan kerusakan dalam komputer. Cara mematikan komputer berbeda-beda tergantung dari Sistem Operasi yang digunakan. JIka Sistem Operasi yang digunakan adalah Microsoft Windows maka untuk mematikan komputer dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut :

1. Pilih Tombol Start pada taskbar
2. Tekan Tombol Turr Off Computer yang akan menampilkan kotak dialog Turn Off computer , pada kota dialog tersebut terdapat empat pilihan , yaitu:

* Stand By, Pilihan ini digunakan untuk mengubah kondisi komputer dalam keasaan Low-Power. Keadaan seperti ini membuat komputer dalam keadaan tidur atau komputer sebenarnya tidak mati. Dengan pilihan komputer akan mengkonsumsi tenaga listrik yang rendah.
* Turn Off, PIlihan digunakan untuk mematikan komputer. Dengan pilihan ini perubahan konfigurasi (setting) Windows XP akan tersimpan terlebih dahuu.
* Restrat, Pilihan ini gidunakan untuk untuk mematikan komputer dan kemudian menghidupkannya lagi. Sebelum memulai kembali, perubahan konfigurasi (setting) Windows XP yang telah dilakukan akan disimpan terlebih dahulu.

* Hibernate, dapat ditampilkan dengan menekan tombol Shift pada Keyboard dan Stand By. Pilihan ini digunakan untuk mengakhiri penggunaan Windows XP dengan terlebih dahulu menyimpan posisi pekerjaan terakhir yang sedang dikerjakan ke dalam harddisk. Jika kamu menghidupkan kembali secara otomatis.


B. Macam-Macam Perangkat Lunak

Secara umum, software digunakan untuk mempermudah pengorganisasian kinerja Hardware . Dengan adanya software akan mengurangi interaksi manusia pada Hardware yang bermacam-macam.

Kita dapat mengelompokkan software berdasarkan fungsi atau dukungannya terhadap hardware. Dukungan pada hardware dapat digambarkan dalam diagram dibawah ini:



Operasi Dasar Komputer dan Perangkat lunak dalam Sistem Informasi - TIK SMAN 12 Jakarta Timur


Dari gambar terlihat dibawah hardware langsung terdapat software sistem operasi. Software sistem Operasi ini yang melakukan hubungan dengan hardware secara langsung. Hardware yang beroperasi tanpa sistem operasi akan mempunya operasi yang terbatas dan tidak dapat di gunakan untuk menjalasnkan software aplikasi.

Berdasarkan fungsinya, software dibagi menjadi tujuh, yaitu :

1. Sistem Operasi
2. Program Aplikasi
3. Bahasa Pemrograman
4. Program Bantu
5. Program Paket
6. Program Permainan
7. Program Multimedia


1. SISTEM OPERASI
Sistem operasimerupakan program utama yang langsung berinteraksi dengan bahasa yang di kenal oleh mesin komputer ( bahasa mesin). Penggunaan processor, memory, hardisk dan komponen lainnya diatur oleh sistem operasi .
Contoh Sistem Operasi :

Operasi Dasar Komputer dan Perangkat lunak dalam Sistem Informasi - TIK SMAN 12 Jakarta TimurOperasi Dasar Komputer dan Perangkat lunak dalam Sistem Informasi - TIK SMAN 12 Jakarta TimurOperasi Dasar Komputer dan Perangkat lunak dalam Sistem Informasi - TIK SMAN 12 Jakarta TimurOperasi Dasar Komputer dan Perangkat lunak dalam Sistem Informasi - TIK SMAN 12 Jakarta TimurOperasi Dasar Komputer dan Perangkat lunak dalam Sistem Informasi - TIK SMAN 12 Jakarta Timur

* Produk Microsoft : Windows 3.1, Windows 95, Windows 98, Windows 2000, WIndows Me, WIndows XP, Windows Vista, WIndows NT (untuk jaringan).
* Produk Novel : Linux, Redhat, OpenSuse, Ubuntu, Mandrake, Mandriva,dll
* Produk Apple : Macintosh
* Produk IBM : DOS, UNIX


2. Program Aplikasi
Operasi Dasar Komputer dan Perangkat lunak dalam Sistem Informasi - TIK SMAN 12 Jakarta Timur
Program aplikasi merupakan program yang di buat untuk tujuan tertentu, misalnya untuk penjualan di supermarket, untuk mengelola data rumah sakit, untuk mencetak kuitansi dan sebagainya.










3. Bahasa Pemrograman
Bahasa pemrograman merupakan bahasa yang dipakai untuk membuat program komputer. dengan bahasa pemrograman , kita dapat menyusun perintah-perintah yang harus dijalankan oleh komputer sehingga menghasilkan informasi atau melakukan pekerjaan sesuai dengan keinginan.
Operasi Dasar Komputer dan Perangkat lunak dalam Sistem Informasi - TIK SMAN 12 Jakarta TimurOperasi Dasar Komputer dan Perangkat lunak dalam Sistem Informasi - TIK SMAN 12 Jakarta TimurOperasi Dasar Komputer dan Perangkat lunak dalam Sistem Informasi - TIK SMAN 12 Jakarta Timur
Tingkatan Bahasa Pemrograman ada 4 yaitu :

* Low Languange Program ( Bahasa Pemgrograman Tingkat Rendah), contohnya Assembly machine
* Middle Language Program ( Bahasa Pemrograman Tingkat Menengah), contohnya Bahasa C++
* High Language Program ( Bahasa Pemrograman Tingkat Tinggi ), Contohnya Pascal, Borland , Fotran
* 4GL ( Bahasa Pemrograman Tingkat ke 4 ), contohnya Visual Basic, Visual FOxPro


4. Program Bantu ( Utility )
Operasi Dasar Komputer dan Perangkat lunak dalam Sistem Informasi - TIK SMAN 12 Jakarta TimurOperasi Dasar Komputer dan Perangkat lunak dalam Sistem Informasi - TIK SMAN 12 Jakarta TimurOperasi Dasar Komputer dan Perangkat lunak dalam Sistem Informasi - TIK SMAN 12 Jakarta TimurOperasi Dasar Komputer dan Perangkat lunak dalam Sistem Informasi - TIK SMAN 12 Jakarta Timur
Program Bantu merupakan program yang bertujuan untuk mengatur konfigurasi komputer, menjaga komputer dari serangan virus dan hacker, menyelamatkan data dan sebagainya. Program jenis ini tidak banyak melibatkan pengguna dalam penggunaannya, tetapi bekerja sendiri sesuai dengan perintah dan fungsinya.
Contoh program bantu yang kita kenal yaitu Anti Virus, Backup , Disk Defragmenter, dsbnya.

5. Program Paket
Program paket merupakan gabungan dari beberapa aplikasi yang di paket menjadi kesatuan untuk menangani suatu bidan pekerjaan yang saling berkaitan. Contoh paket yang paling terkenal adalah Microsoft Office dimana didalamnya terdapat program untuk mengolah kata (Microsoft Word), untuk mengolah angka ( Microsoft Excel), Untuk Program Presentasi ( Microsoft Power Point) dll.
Operasi Dasar Komputer dan Perangkat lunak dalam Sistem Informasi - TIK SMAN 12 Jakarta TimurOperasi Dasar Komputer dan Perangkat lunak dalam Sistem Informasi - TIK SMAN 12 Jakarta TimurOperasi Dasar Komputer dan Perangkat lunak dalam Sistem Informasi - TIK SMAN 12 Jakarta TimurOperasi Dasar Komputer dan Perangkat lunak dalam Sistem Informasi - TIK SMAN 12 Jakarta Timur
Dilihat dari bidang pekerjaan yang ditangani, program paket dapat dibedakan menjadi:
1. Aplikasi perkantoran, misalnya : Microsoft Office dan StarOffice
2. Aplikasi database, misalnya : oracle dan SQL Server
3. Aplikasi grafik, misalnya Adobe Photoshop dan Corel Draw

6. Program Permainan
Program permainan merupakan program-program yang dibuat untuk menampilkan permainan interaktif pada layar komputer.
Operasi Dasar Komputer dan Perangkat lunak dalam Sistem Informasi - TIK SMAN 12 Jakarta TimurOperasi Dasar Komputer dan Perangkat lunak dalam Sistem Informasi - TIK SMAN 12 Jakarta TimurOperasi Dasar Komputer dan Perangkat lunak dalam Sistem Informasi - TIK SMAN 12 Jakarta TimurOperasi Dasar Komputer dan Perangkat lunak dalam Sistem Informasi - TIK SMAN 12 Jakarta Timur
Contoh program permainan yang sudah dikenal yaitu :
a. Solitaire, tersedia pada Accessories WIndows
b. Counter Strike, umumnya dimainkan di game center
c. Kurusetra, terkenal sebagai game asli buatan indonesia

7. Program Multimedia
Program Multimedia mencakup program-program yang memainkan musik atau lagu, memutar film atau video, untuk menangkap siaran radio atau televisi dan program lainnya.
contoh Program multimedia yaitu :
Operasi Dasar Komputer dan Perangkat lunak dalam Sistem Informasi - TIK SMAN 12 Jakarta TimurOperasi Dasar Komputer dan Perangkat lunak dalam Sistem Informasi - TIK SMAN 12 Jakarta TimurOperasi Dasar Komputer dan Perangkat lunak dalam Sistem Informasi - TIK SMAN 12 Jakarta Timur
a. Winamp, umumnya digunakan untuk memainkan lagu mp3
b. JetAudio dapat memainkan berbagai format lagu serta video
c. RealPlayer, dapat menangkap siaran radio dan TV dari Internet

MAKALAH KAS KECIL


Kas Kecil







Nama kelompok
1. Aprilia Pradina W.
2. Ariyanti kusuma W.
3. Ari Vitasari.
4. Dewi Tri Utami.
5. Desi Vera.
Kelas : XI AK2

SMK PGRI KUWU
TAHUN PELAJARAN 2010/2011





Pengertian dan Fungsi Dana Kas Kecil
(Petty Cash Fund)
Posted on 14 Mei 2009 by Hadi Muttaqin Hasyim
Pengeluaran kas didalam prakteknya, tidak semua dapat dilakukan dengan menggunakan cek, karena untuk pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil, sangat tidak efektif bila dilakukan dengan menggunakan cek. Untuk itu perusahaan biasanya membentuk suatu dana khusus yang disebut dengan dana kas kecil ( Petty Cash Fund ).

Soemarso ( 2004 ) mendefinisikan dana kas kecil sebagai berikut :
”sejumlah uang tunai tertentu yang disisihkan dalam perusahaan dan digunakan untuk melayani pengeluaran-pengeluaran tertentu. Biasanya pengeluaran-pengeluran yang dilakukan melalui dana kas kecil adalah pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya tidak besar, pengeluaran-pengeluaran lain dilakukan dengan bank ( dengan cek )”.
Dari kutipan di atas jelas bahwa dana ini hanya diperuntukan bagi pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil yang tidak mungkin dilakukan dengan menggunakan cek. Oleh sebab itu perusahan perlu menetapkan mata anggaran apa saja yang bisa dibayarkan dengan menggunakan kas kecil, dan mata anggaran apa saja yang tidak bisa dilakukan dengan menggunakan dana tersebut, karena tidak semua pengeluaran yang jumlahnya kecil layak dibayarkan dengan menggunakan dana kas kecil. Tetapi ada perkiraan-perkiraan karena alasan tertentu tidak dibayarkan dengan kas kecil, walaupun jumlahnya relatif kecil.
Dalam sebuah perusahaan yang sudah besar, fungsi dana kas kecil sangatlah penting untuk menunjang kelancaran aktivitas dari perusahaan, karena setiap pengeluaran yang relatif kecil tidak efektif jika dilakukan dengan menggunakan cek disebabkan penarikan cek memebutuhkan waktu yang lama. Akan tetapi dengan adanya dana kas kecil semua pengeluaran tersebut dapat dilakukan dengan segera. Biasanya pengeluaran yang termasuk dalam dana kas kecil itu sifatnya pengeluaran rutin. Adapun pengeluaran yang dilakukan dengan dana kas kecil adalah biaya-biaya:
- Biaya makan minum
- Biaya perlengkapan
- Biaya keperluan kantor
- Serta biaya-biaya lainnya.
Karena fungsinya yang demikian penting, maka pada perusahaan yang berukuran menengah besar, dana kas kecil ini sudah merupakan kebutuhan yang mutlak harus ada. Dapat dibayarkan betapa tidak efesiennya apabila dana kas kecil ini tidak disediakan anggarannya oleh perusahan tersebut, karena pada saat akan melakukan pengeluaran uang harus menunggu pencairan cek terlebih dahulu. Tapi kalau perusahaan tersebut menyediakan anggaran bagi dana kas kecil, maka setiap melakukan pengeluaran yang kecil-kecil tidak harus menunggu pencairan cek terlebih dahulu tetapi bisa langsung pembayarannya mengunakan dana kas kecil tadi.
Jumlah dana kas kecil yang tersedia ditangan juga tidak boleh terlalu besar jumlahnya, karena akan menyebabkan sejumlah dana yang menganggur dan juga dapat menimbulkan resiko kehilangan. Dengan adanya dana kas kecil yang jumlahnya sesuai kebutuhan, tentu aktivitas perusahaan dapat berjalan lancar.
Dalam mengelola dana kas kecil ada dua metode yang bisa digunakan yaitu Imprest Fund Method dan Fluctuation Method.
a. Imprest Fund Method
Pada sistem Imprest Fund, Baridwan ( 1992 ) mendefinisikan : ”Didalam sistem ini jumlah dana dalam rekening kas kecil selalu tetap, yaitu sebesar cek yang diserahkan kepada kasir kas kecil untuk untuk membentuk dana kas kecil ”
Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat diperjelas bahwa pada sistem Imprest Fund jumlah dana kas kecil selalu konstan dan tidak berubah-ubah. Biasanya kas kecil ini diisi dengan sejumlash uang yang telah ditetapkan untuk keperluan pembayarn-pembayaran selama jangka waktu tertentu, misalnya satu minggu, dua minggu, ataupun sebulan. Bilamana jangka waktunya telah habis dan jumlah uang dalam kas kecil pun telah menipis, maka kas kecil diisi kembali dengan menarik dana dari kas besar sampai dengan jumlah dana yang telah ditetapkan besarnya. Untuk setiap pengisian kembali dana kas kecil, pemegagang kas kecil selalu melampirkan kas kecil serta bukti-bukti pendukungnya.
Walaupun secara teoritis ada dua sistem penggelolaan deana kas kecil, tetapi dalam kenyataanya hampir semua perusahaan yang telah membentuk dana kas, mengelolanya dengan sistem imprest dengan alasan untuk mempermudah pengawasan.
Dari penjelasan tersebut maka jelaslah bahwa dana kas kecil yang dikelola dengan sistem Imprest Fund menghasilkan beberapa keuntungan bagi pihak perusahaan yaitu untuk mempermudah pengawasan, perhitungan dan pertaggung jawaban (Accountabilities).
b. Fluctuation Method
Menurut Baridwan ( 1992 ) Fluctuation Method dikatakan ” Dalam sistem fluktuasi saldo rekening kas kecil tetap, tetapi berfluktuasi sesuai dengan jumlah pengisisan kembali dan pengeluran- pengeluaran dari kas kecil ”.
Dari definisi diatas maka dapat kita ambil kesimpulan bahwa Fluctuation Method merupakan suatu sistem penggeloalaan dana kas kecil yang saldo rekeningnya tidak tetap dan tergantung pada besar kecilnya pengeluaran yang terjadi untuk periode tertentu, misalnya dalam waktu dua minggu, sebulan dan sebagainya.
Pada sistem ini rekening kas kecil yang diselenggarakan harus menunjukkan saldo pada setiap saat sebesar jumlah dana kas kecil yang ada ditangan pemegang dana kas kecil.
Ada beberapa prosedur yang perlu dilakukan untuk melaksanakan dana kas kecil
a. Prosedur Pembentukan Dana Kas Kecil
Tahap pertama dalam menetapkan dana kas kecil adalah mentaksir jumlah dana yang diperlukan untuk kas kecil tersebut. Setelah jumlah ini ditentukan kita misalkan sejumlah Rp. 150.000,-, maka akan ditarik selembar cek untuk sejumlah dana tersebut dan dibuat pencacatan untuk dana kas kecil. Ayat jurnal yang harus dibuat adalah sebagai berikut:
Kas kecil Rp. 150.000,-
Kas/Bank Rp. 150.000,-
Pencacatan yang dilakukan pada sistem Imprest Fund dan pada sistem fluctuation adalah sama yaitu dengan mendebet kas kecil dan mengkredit perkiraan kas atau bank ( yang dimaksud kas di sini adalah kas besar ).
b. Prosedur Pengeluaran Dana Kas Kecil
Untuk pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan dengan dana kas kecil perlu dibuat bukti pengeluaran kas kecil ( petty cash record ). Tabel 1-1 memperlihatkan contoh bukti pengeluaran kas kecil (petty cash voucher ). Tabel 1-2 memperlihatkan contoh kas kecil (petty cash record).
KAS KECIL
Dalam hal-hal tertentu tidaklah praktis untuk menggunakan cek/giro bilyet sebagai alat pembayaran seperti untuk pembelian perangko, pembayaran ongkos angkut dan berbagai macam pembayaran lainnya yang jumlahnya relatif kecil. Kwantitas transaksi ini relatif besar dan sifatnya segera. Untuk keperluan tersebut perusahaan mengalokasikan sejumlah kas dalam jumlah tertentu yang disediakan untuk keperluan-keperluan pembayaran yang tidak mungkin dilakukan dengan menggunakan check/Giro bilyet, yang disebut Kas Kecil. Pembentukan kas kecil adalah menyisihkan sejumlah dana untuk keperluan khusus, dengan mentransfer / memindahbukukan sejumlah dana dari rekening kas yang ada di bank.
Salah satu bentuk pengontrolan pengeluaran yang dilakukan melalui kas kecil adalah system imprest. Beberapa ketentuan dalam system ini adalah:
• Kas kecil disediakan untuk keperluan pembayaran yang jumlahnya kecil dan tidak praktis bila dilakukan dengan check. Semua pengeluaran kas kecil dicatat pada buku kas kecil dan hanya diposting ke buku besar sekali saja pada saat pengisian kembali kas kecil.
• Dana yang ditentukan dalam kas kecil harus ditetapkan melelui keputusan manajemen dan tidak boleh melebihi ketentuan tersebut.
• Pengeluaran-pengeluaran kas kecil hanya dapat dilakukan setelah perintah pengeluaran kas telah ditandatangani oleh pejabat yang berwenang.
• Pengisian kembali kas kecil dilakukan secara berkala (misalnya 1 x seminggu), untuk mengganti sejumlah kas yang telah digunakan melalui penarikan tunai dari bank. (tidak boleh dari penerimaan harian). Hal ini perlu dilakukan agar semua penerimaan kas harian selalu sama dengan jumlah yang disetorkan ke bank.
• Karena transaksi pengisian kas kecil adalah mengeluarkan kas untuk membayar transaksi yang telah dibayar melalui dana kas kecil, yang telah disediakan sebelumnya. maka transaksi kas kecil cukup dibukukan satu kali saja pada saat pengisian kembali kas kecil. Sedangkan keterangan lebih rinci mengenai penggunaan kas kecil dicatat pada buku kas kecil yang dicatat secara terpisah dengan buku besar.
*** (Transaksi pengeluaran kas untuk pengisian kas kecil adalah transaksi pengantian dana yang telah dikeluarkan dan dicatat pada pada transaksi pengeluaran kas)
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat ilustrasi berkut :
Pada saat perusahaan mengambil keputusan untuk membentuk kas kecil, maka perusahaan menyisihkan sejumlah dana untuk kas kecil, sebesar jumlah tertentu yang ditetapkan oleh manajemen.
Pemindahbukuan/transfer : Periode awal
Rekening Keterangan Debit Kredit
Bank X Pembentukan Kas kecil 99,999,999
Kas Kecil Pembentukan kas kecil 99,999,999
Pengeluaran kas : Pengisian kas kecil
Rekening Keterangan Debit Kredit
Bank X Pengisian Kas kecil Periode x – y 99,999,999
Biaya Onkos angkut 99,999,999
Biaya Perjalanan Dinas 99,999,999
Biaya Perawatan 99,999,999
Biaya Administrasi 99,999,999
Biaya lainnya 99,999,999
Dari ilustrasi di atas dapat dilihat bahwa pada buku besar, penerimaan kas kecil hanya di catat sekali saja yaitu pada saat pembentukan kas kecil. Untuk selanjutnya dana tersebut diisi kembali secara berkala sesuai dengan biaya yang digunakan melalui dana tersebut. Informasi detail mengenai kas kecil hanya tersimpan pada buku kas kecil dan buku besar hanya mencatat transaksi yang telah dikelompokan.
Bila pada saat tertentu dana yang ditetapkan sudah tidak relevan lagi maka ketetapan mengenai dana kas kecil harus diperbaharui melalui ketetapan manajemen.
Jurnal : Perubahan dana kas kecil
Bila ditambah
Pemindahbukuan
Rekening Keterangan Debit Kredit
Bank X Penyesuaian dana Kas kecil 99,999,999
Kas Kecil Penambahan dana kas kecil 99,999,999
Bila dikurangi :
Pemindah bukuan
Rekening Keterangan Debit Kredit
Bank X Penyesuaian dana Kas kecil 99,999,999
Kas Kecil Pengurangan dana kas kecil 99,999,999

Mencatat Transaksi Harian
Transaksi harian dicatat oleh pemegang kas kecil pada form elektrinik sbb:




Kami mengasumsikan setiap biaya yang dibayar melalui kas kecil, timbul kewajiban/hutang bagi perusahaan untuk mengganti kembali dana tersebut sesuai dengan jumlah yang dikeluarkan. Berdasarkan asumsi tersebut ZULISoft mengkredit account hutang biaya untuk mencatat Jurnal transaksi pengeluaran kas kecil selama periode tertentu, yang dilakukan saat pengajuan pengisian kembali dana kas kecil. Selanjutnya pengeluaran kas untuk pengisian kembali kas kecil akan mendebet hutang biaya.




Rekomendasi : Artikel ini sangat relevan jika digunakan sebagai panduan bagi Manajer Keuangan, akan tetapi juga bagus untuk diketahui oleh staff di bagian keuangan.

Sesuai dengan namanya Kas Kecil atau yang dalam bahasa inggrisnya disebut Petty Cash, merupakan akun atau account yang khusus dipergunakan khusus untuk mendanai transaksi-transaksi kecil dan rutin.

Karakteristik Dasar dari Kas Kecil

1) Jumlahnya dibatasi tidak lebih atau tidak kurang dari suatu jumlah tertentu yang telah ditentukan oleh manajemen perusahaan. Tentunya masing-masing perusahaan menetapkan jumlah yang berbeda sesuai dengan sekala operasional perusahaan (biasanya antara Rp 500,000,- sampai dengan Rp 5,000,000,- )

2) Dipergunakan untuk mendanai transaksi kecil yang sifatnya rutin setiap hari

3) Disimpan di tempat khusus, entah itu dengan kotak kecil, yang biasa disebut dengan petty cash box atau di dalam sebuah amplop.

4) Ditangani atau dipegang oleh petugas keuangan di tingkatan pemula (Junior Cashier).


Prosedur Kas Kecil

Terlepas dari material atau tidaknya nilai dari kas kecil, kas kecil memiliki pernana yang penting di dalam operasional perusahaan. Transaksi-transaksi kecil terjadi setiap hari mulai sejak awal jam operasional perusahan dipagi hari sampai akhir jam operasional di sore atau malam hari.


Untuk itu, perusahan hendaklah melakukan pengelolaan kas kecil secara baik. Prosedur kas kecil mutlak diperlukan. Tidak ada alas an bagi perusahaan untuk tidak melakukan pengelolaan. Pengelolaan yang tidak memadai atau cenderung buruk akan kas kecil, dapat mengganggu kelancaran operasional perusahaan. Dapat dibayangkan jika suatu ketika perusahaan kehabisan kas kecil, akan ada banyak pembelian kecil yang tidak dapat dilakukan dengan cepat.
Berikut adalah petunjuk atau tips bagaimana melakukan pengelolaan kas kecil


Penetapan Batas saldo maksimal dan minimal kas kecil

Di awal pembentukan akun kas kecil, manajemen hendaknya menetapkan nominal yang pasti mengenai saldo minimal dan saldo maksimal atas kas kecil. Seperti telah disampaikan di atas, nominl yang akan ditentukan disesuaikan dengan sekala operasional perusahaan. Sekiranya manajemen menggap perlu untuk mengubah batasan saldo minimal atau saldo maksimal kas kecil, tentu boleh dilakukan, akan tetapi kebijakan baru itu hendaklah di umumkan secara resmi, dab disosialisasikan kepada semua pihak di perusahaan, untuk diketahui dan dijadikan dasar pertimbangan bagi setiap departemen di perusahaan di dalam melakukan permintaan akan dana atau pembelian barang.

Petugas Pelaksana Kas Kecil (Kasir Kas Kecil)

Minimal ada dua petugas pelaksana kas kecil. Mengingat fungsi dari kas kecil yang diperuntukkan untuk mendanai transaksi transaksi kecil yang sifatnya rutin setiap hari, satu orang petugas saja tidaklah cukup. Ketika salah satu kasir kas kecil meninggalkan kantor, entah karena pergantian shift atau karena cuti, hendaknya masih ada petugas kas keci lain yang dapat menggantikannya.

Seorang kasir kas kecil sebaiknya memenuhi kriteria-krietria sebagai berikut : Menguasai dasar-dasar akuntansi, mampu menangani pembelian-pembelian dalam jumlah kecil, dapat bersikap konsisten, jujur dan mampu melakukan pekerjaan-perjaan yang memerlukan penggunaan spreadsheet sederhana (Misalnya : Excel).

Manajemen hendaknya menyediakan pelatihan (training) yang memadai mengenai penanganan kas kecil. Memberikan petunjuk atau tips bagaimana melaksanakan kas kecil, mulai dari tata cara pengisian kembali kas kecil sanpai dengan cara-cara rekonsiliasi kas kecil, dan prosedur pembelian.


Pengisian Kembali Kas Kecil

Begitu nilai batasan maksimal dan minimal kas kecil telah ditentukan, maka Financial Controller hendaknya memberikan perintah pengisian kepada Kasir Umum (General Cashier) dengan menarik kas dari bank.

Uang diserahkan kepada Kasir kas kecil. Setelah jumlah fisik dana kas kecil selesai dihitung hendaknya dilakukan serah terima resmi, dimana Kasir Kas Kecil menandatangani tanda terima atas dana Kas Kecil yang diserahkan sekaligus sebagai tanda serah terima tanggung jawab atas dana kas kecil tersebut.

Kasir Kas Kecil wajib mentaati ketentuan batas saldo maksimal dan minimal atas kas kecil. Jika suatu ketika saldo kas kecil mengalami perubahan yang signifikan, maka kasir kas kecil : Mengajukan permohonan pengsian kembali (dalam hal saldo diperkirakan akan melewati batas bawah) kepada Financial Controller, atau melaporkan dan menyerahkan kelebihan dana (dalam hal saldo diperkirakan akan melewati batas atas yang telah ditentukan).


Penggunaan Kas Kecil

Bagian yang membutuhkan, seharusnya mengajukan permohonan kas kecil sebelum melakukan pembelian, dan Kasir Kas kecil hanya boleh mengeluarkan (melakukan pembayaran) Kas Kecil, hanya untuk permohonan pembayaran atau pembelian yang telah mendapat persetujuan dari Financial Controller atau Manajer Keuangan.


Untuk setiap pengeluaran, Kasir kas kecil harus membuat bukti pengeluaran Kas Kecil yang ditanda tangani oleh penerima dana (pembayaran). Dicatat di dalam buku kas kecil, kemudian Bukti pengeluaran diarsipakan dengan baik.


TIPS : Selalu lakukan penghitungan cepat terhadap fisik kas kecil, setiap selesai melakukan pengeluaran kas kecil. Hal ini aka dapat mengurangi beban pekerjaan pada saat melakukan rekonsiliasi di penutupan kas kacil setiap harinya.

Penghitungan Fisik dan Rekonsiliasi Kas Kecil

Pencatatan dan pelaporan kas kecil hendaklah bersifat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, untuk itu setiap pembukaan diawal jam kerja dan penutupan di akhir jam kerja operasional perusahaan, hendaknya selalu dilakukan penghitungan fisik. Untuk kemudian di cocokankan dengan catatan kas kecil atau lebih dieknal dengan rekonsiliasi kas kecil.

Jika ditemukan perbedaan antara fisik dan akas kecil dengan catatan yang ada, maka perbedaan tersebut hendaknya dilaporkan kepada Financial Controller, jika sudah di approve, maka mintalah bookkeeper melakukan adjustment atas perbedaan tersebut.





Pengeluaran kas didalam prakteknya, tidak semua dapat dilakukan dengan menggunakan cek, karena untuk pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil, sangat tidak efektif bila dilakukan dengan menggunakan cek. Untuk itu perusahaan biasanya membentuk suatu dana khusus yang disebut dengan dana kas kecil ( Petty Cash Fund ).
Soemarso ( 2004 ) mendefinisikan dana kas kecil sebagai berikut :
”sejumlah uang tunai tertentu yang disisihkan dalam perusahaan dan digunakan untuk melayani pengeluaran-pengeluaran tertentu. Biasanya pengeluaran-pengeluran yang dilakukan melalui dana kas kecil adalah pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya tidak besar, pengeluaran-pengeluaran lain dilakukan dengan bank ( dengan cek )”.
Dari kutipan di atas jelas bahwa dana ini hanya diperuntukan bagi pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil yang tidak mungkin dilakukan dengan menggunakan cek. Oleh sebab itu perusahan perlu menetapkan mata anggaran apa saja yang bisa dibayarkan dengan menggunakan kas kecil, dan mata anggaran apa saja yang tidak bisa dilakukan dengan menggunakan dana tersebut, karena tidak semua pengeluaran yang jumlahnya kecil layak dibayarkan dengan menggunakan dana kas kecil. Tetapi ada perkiraan-perkiraan karena alasan tertentu tidak dibayarkan dengan kas kecil, walaupun jumlahnya relatif kecil.
Dalam sebuah perusahaan yang sudah besar, fungsi dana kas kecil sangatlah penting untuk menunjang kelancaran aktivitas dari perusahaan, karena setiap pengeluaran yang relatif kecil tidak efektif jika dilakukan dengan menggunakan cek disebabkan penarikan cek memebutuhkan waktu yang lama. Akan tetapi dengan adanya dana kas kecil semua pengeluaran tersebut dapat dilakukan dengan segera. Biasanya pengeluaran yang termasuk dalam dana kas kecil itu sifatnya pengeluaran rutin. Adapun pengeluaran yang dilakukan dengan dana kas kecil adalah biaya-biaya:
- Biaya makan minum
- Biaya perlengkapan
- Biaya keperluan kantor
- Serta biaya-biaya lainnya.
Karena fungsinya yang demikian penting, maka pada perusahaan yang berukuran menengah besar, dana kas kecil ini sudah merupakan kebutuhan yang mutlak harus ada. Dapat dibayarkan betapa tidak efesiennya apabila dana kas kecil ini tidak disediakan anggarannya oleh perusahan tersebut, karena pada saat akan melakukan pengeluaran uang harus menunggu pencairan cek terlebih dahulu. Tapi kalau perusahaan tersebut menyediakan anggaran bagi dana kas kecil, maka setiap melakukan pengeluaran yang kecil-kecil tidak harus menunggu pencairan cek terlebih dahulu tetapi bisa langsung pembayarannya mengunakan dana kas kecil tadi.
Jumlah dana kas kecil yang tersedia ditangan juga tidak boleh terlalu besar jumlahnya, karena akan menyebabkan sejumlah dana yang menganggur dan juga dapat menimbulkan resiko kehilangan. Dengan adanya dana kas kecil yang jumlahnya sesuai kebutuhan, tentu aktivitas perusahaan dapat berjalan lancar.


MENGELOLA ADMINISTRASI KAS BANK

MODUL
MENGELOLA ADMINISTRASI KAS BANK






Penyusun

Kelompok:
1.DIAN IKAWATI
2.DWI HARYANTI
3.DIAH AYU S
4.FERY CRISTANTI
5.FITRI RATNA SARI













DIKLAT AKUNTANSI SMK
SCHOLL
TAHUN 2011







KATA PENGANTAR



Dalam peningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar (KBM) pada sekolah menengah kejuruan (SMK) dengan pendekatan yang berbasis luas mendasar (Broad Based Curiculum) berbasis kompetensi (Compentency Based Curiculum), serta pendekatan kecakapan hidup (Life Skill) dengan pertimbangan bahwa kelulusan SMK harus memiliki kompetensi untuk melaksankan pekerjaan tertentu, dapat mengembangkan dirinya baik secara vertical dan horizontal, dan memiliki keahlian untuk menjalani kehidupan dimasyarakat, maka perlu disusun modul sebagai penuntun.


Modul ini disusun sebagai tuntunan penyampaian mata diklat akuntansi pada kelas II dengan judul “ Mengelola Administrasi Kas Bank”. Sebagai acuannya adalah kurikulum sekolah menengah kejuruan (SMK) 2004 bagian I, II, III. Serta beberapa referensi yang pernah penulis baca dan pengalaman bekerja sama didalam lingkungan kerja.

Walau dalam penyususnan modul ini sudah diupayakan secara maksimal dengan lampiran-lampiran yang mendukung penulis sadar masih terdapat kekurangan-kekurangan, Sehingga belum dapat memenuhi kebutuhan danb pengguna modul ini khususnya guru mata diklat akuntansi, oleh sebab itu saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat diharapkan demi perbaikan penulisan selanjutnya. Sehingga modul ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.






















DAFTAR ISI

Halaman Judul

Halaman sampul dalam

Kata pengantar

Daftar isi Peta kedudukan modul

Glosarium

BAB I : PENDAHULUAN
A. Diskripsi
B. Prasyarat
C. Petunjuk penggunaan modul
D. Tujuan akhir
E. Kompetensi
F. Cek Kemampuan

BAB II : PEMELAJARAN
A. Rencana Belajar Siswa
B. Kegiatan belajar
• Kegiatan Belajar 1
• Kegiatan Belajar 2

BAB : EVALUASI
Kunci Jawaban

BAB : PENUTUP
Daftar Pustaka















GLOSARIUM






- Outstanding cheks Cek dalam peredaran
- Not suflicient fund Cek tidak cukup dana
- Idle money Kas menganggur
- Happing Penundaan pencatatan penerimaan kas
- Cek Kitting Manipulasi saldo






























BAB I
PENDAHULUAN


A. DESKRIPSI

Modul “ Mengelola Administrasi Kas Bank” meliputi 4 sub kompetensi yaitu Menyiapkan pengelolaan administrasi kas bank, Mengidentifikasi Mutasi kas bank, Membukukan mutasi kas bank dan Menyususn rekonsiliasi bank.

Diharapkan dengan selesainya modul ini peserta diklat mampu mengidentifikasikan 4 sub kompetensi yang terkait
Modul ini berkaitan dengan modul sebelumnya yaitu “ Menyelesaikan Siklus Akuntansi Perusahaan jasa dan Dagang” Pada perkembangan perusahaan yang semakin besar diperlukan pengelolaan administrasi kas bank.


B. PRASYARAT

Agar dapat tercapainya tujuan akhir, maka perlu peserta diklat harus menguasai :
• Modul mata diklat matematika
• Modul menyelasaikan siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang
• Standar operating p[rosedur (SOP) tentang penghitungan kas bank
• Mengoperasikan peralatan baik secara manual maupun teknologi modern


C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

• Langkah-langkah belajar yang ditempuh
1. Bacalah dengan ceramt rumusan tujuan akhir dari kegiatan belajar ini yang memuat kinerja yang diharapkan, kreteria keberhasilan kondisi yang diberikan dalam rangka membentuk kompetensi kerja yang nakan dicapai modul ini
2. Bacalah dengan cermat dan pahami dengan baik daftar pertanyaan pada “Cek kemampuan” sebagai pengukur kompetensi yang harus dikuasai oleh modul ini.
3. Diskusikan dengan kelompok belajar peserta diklat apa yang telah dicermati untuk mendapatkan pemahaman yang baik dengan tujuan belajar dan kompetensi yang ingin dicapai dalam modul, bila masih ragu bertanyalah pada guru/ tutor sampai paham.
4. Bacalah dengan cermat peta kedudukan modul, prasyarat dan pengertian dari istilah-istilah sulit dan penting pada modul
5. Bacalah dengan cermat materi setiap kegiatan belajar, kerjakan tugasnya dan jawablah pertanyaannya kemudian cocokkan dengan kunci jawaban samapi tuntas
6. Bila dalam proses memahami materi mendapatkan kesulitan maka diskusikan dengan kelompoki belajar atau konsultasikan dengan guru atau tutor
7. Setelah mjenuntaskan semua kegiatan belajar pada modul ini kemudian pelajarilah modul selanjutnya sesuai dengan yang tertuang pada pola kedudukan moduk\l untuk program keahlian akuntansi
8. Peserta diklat tidak dapat melanjutkan kegiatang belajar berikutnya sebelum menguasai modul ini
9. Setelah modul ini mencapai ketuntasan satu kompetensi maka ajukan uji kompetensi dan sertifikasi

• Peran guru dalam proses pembelajaran
1. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar
2. Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijjelaskan dalam tahap belajar
3. Membantu siswa dalam memahami konsep dari praktek, kemudian menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajarnya
4. Membantu siswa untuk menentukan dan mengumpulkan (mengakses) sumber tambahan lain yang diperlukan
5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan
6. Mendatangkan seorang ahli/ pendaping guru dari dunia usaha untuk membantu jika diperlukan
7. Melaksanakan penilaian
8. Menjelaskan kepada siswa mengenai bagian yang perlu dimengerti dan merencanakan pemelajaran selanjutnya
9. Mencatat pencapaian kemajuan siswa


D. TUJUAN AKHIR

Peserta Diklat mampu :
1. Memahami prosedur penerimaan dan pengeluaran kas bank
2. Memahami dokumen-dokumen penerimaan dan pengeluaran kas bank
3. Mencatat mutasi penerimaan dan pengeluaran kas bank
4. Menyusun rekonsiliasi bank










E. KOMPETENSI
Kompetensi : Akuntansi Pos Neraca
Sub Kompetensi : Mengelola Administrasi Kas Bank
Alokasi Waktu : 80 Jam @ 45 Menit
SUB KOMPETENSI KRETERIA
UNJUK KERJA LINGKUP
BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN





F. CEK KEMAMPUAN

Berikan tanda cek list (V) apabila peserta diklat telah mengusai beberapa sub kompetensi berikut ini :


NO SUB KOMPETENSI YA TIDAK
1

2

3

4 Dapatkah anda memahami prosedur penerimaan dan pengeluaran kas dibank?
Tahukah anda tentang dokemen penerimaan dan pengeluaran kas bank?
Dapatkah anda membukukan mutasi penerimaan dan pengeluaran kas bank?
Dapatkah anda menyusun rekonsiliasi bank?















BAB II
PEMELAJARAN



A. RENCANA BELAJAR SISWA

Kompetensi : Mengelola administrasi bank
Sub kompetensi :
1. Menyiapkan pengelolaan administrasi kas bank
2. Mengidentifikasi mutasi kas bank
3. Membukukan mutasi kas bank
4. Menyusun rekonsiliasi bank
NO Jenis Kegiatan TGL Waktu Tempat pencapaian Alasan perubahan TT Guru
1



2

3

4 Menyiapkan pengelolaan administrasi kas bank
Mengidentifikasikan mutasi kas bank
Membukukan mutasi kas bank
Menyusun rekonsiliasi bank

B. KEGIATAN BELAJAR SISWA

Kegiatan belajar 1 : Menyiapkan pengelolaan administrasi kas bank
a. Tujuan kegiatan pembelajaran 1
Peserta diklat mampu :
1. Menjelaskan pengertian kas
2. Menjelaskan prosedur penerimaan kas
3. Menjelaskan prosedur pengeluaran kas

b. Uraian Materi 1

Pendahuluan :
Pos pertama dalam neraca adalah aktiwa yang paling likwid (lancar) yaitu Kas .
Menurut sifatnya kas mudah dibawa dan dipindahtangankan dan tidak disertai identitas pemiliknya. Oleh sebab itu kas sering menjadi sasaran kecurangan, penyelewengan, sehingga perlu diadakan pengawasan kas.
Kecurangan pada kas misalnya cek kitting, happing.
Pengertian kas
Kas adalah alat pembayaran yang dapat dipakai untuk membiayai kegiatan perusahaan. Kas adalah aktiva yang paling lancar, harus sediakan dalam jumlah yang cukup, tidak berlebihan sebab dapat menimbulkan Idle kas dan tidak kekurangan sebab akan menimbulkan tersendatnya kegiatan perusahaan

Yang termasuk kas antara lain :Uang tunai, uang kas yang disimpan dibank, cek yang diterima pihak lain cek kasir ,wesel pos dan simpanan bank-bank luar negeri, Sedangkan yang tidak termasuk kas antara lain cek mundur, pembayaran dimuka, effek, prangko dan materai, deposito berjangka, dana-dana wesel tagih.

Didalam suatu perusahaan yang dimaksud kas adalah uang yang disimpan dibank sehingga diperlukan administrasi pengelolaan kas bank yang memadai.


Prosedur penerimaan dan pengeluaran kas dibank
Untuk mencegah penyalahgunaan kas atau tidak terjadi kecurangan-kecurangan dalam pengelolaan kas perlu diadakan pengawasan kas yang meliputi :
1. Prosedur penerimaan kas bank
• Diadakan pembagian tugas antara fungsi penerimaan, pencataan, dan penyimpanan kas
• Setiap penerimaan kas dibuat bukti penerimaan kas, segera dicatat dan disetorkan ke bank
• Dibedakan antara fungsi pengelolaan kas dan pencatat kas
• Dibuat laporan kas setiap hari
• Diadakan kas opname secara intern tanpa memberitahuan terlebih dahulu

2. Prosedur pengeluaran kas bank
• Semua persyaratan yang relative besar digunakan cek
• Digunakan sistem Voucer untuk menjamin bahwa pengeluaran-pengeluaran kas memang untuk pengeluaran perusahaan
• Dipisahkan antara yang menulis, yang menandatangani dan mencatat pengeluaran cek
• Setiap hari diadakan laporan kas
• Untuk pengeluaran yang relative kecil dibentuk dana kas kecil (Petty Cash)
• Secara Insidental diadakan kas opname

c. Rangkuman
Kas adalah alat pembayaran yang dapat dipakai untuk membiayai kegiatan perusahaan.
Salah satu jenis kas adalah dana yang disimpan dibank, Pengambilannya melalui cek . Cek yang diterima pihak lain, antara lain cek kasir, wesel pos dan simpanan uang dibank-bank luar negeri, sedangkan yang termasuk kas cek mundur, pembayaran dimuka, efek, prangko dan materai, deposito berjangka dan dana-dana wesel tagih.


Prosedur Penerimaan kas bank
• Diadakan pembagian tugas antara lain fungsi penerimaan, pencatatan dan penyimpanan kas
• Setiap penerimaan kas dibuat bukti penerimaan kas dan segera dicatat dan disetorkan ke bank
• Dibedakan antara fungsi pengelola kas dan pencatat kas
• Dibuat laporan kas setiap hari
• Diadakan cash opname secara intern tanpa pemberitahuan dahulu

Prosedur Pengeluaran kas bank
• Semua pembayaran yang relative besar digunakan cek.
• Digunakan sistem voucer untuk menjamin bahwa pengeluaran-pengeluaran kas memang untuk pengeluaran perusahaan
• Dipisahkan antara yang menulis, menandatangani, dan yang mencatat pengeluaran cek
• Setiap hari diadakan laporan kas
• Untuk pengeluaran yang relative kecil dibentuk dana kas kecil (Petty Cash)
• Secara Insendental diadakan kas opname




























BAB III
EVALUASI


Test Formatif

Jawablah prtanyaan berikut dengan singkat dan jelas :
1. Apakah yang dimaksud dengan kas?
2. Jelaskan pengaruh yang terjadi pada suatu perusahaan akibat adanya Idle cash !
3. Jelaskan pengaruh yang terjadi pada perusahaan akibat deficit kas !
4. Jelaskan prosedur penerimaan kas bank !
5. Jelaskan prosedur pengeluaran kas bank !

Kunci Jawaban Tes Formatif
1. Kas adalah alat pembayaran yang dapat dipakai untuk membiayai kegiatan perusahaan
2. Pengaruh akibat adanya Idle kas adalah kerugian bagi perusahaan karena kas yang tidak produktif
3. Pengaruh akibat deficit kas adalah kesulitan bagi perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya
4. Prosedur penerimaan kas bank Yaitu :
• Diadakan pembagian tugas antara fungsi penerimaan, pencatatan dan penyimpanan kas
• Setiap penerimaan kas dibuatkan bukti penerimaan kas, segera dicatat dan disetorkan kebank
• Dibedakan antara fungsi pengelola kas dan pencatat kas
• Dibuat laporan kas setiap hari
• Diadakan kas opname secara intern tanpa pemberitahuan terlebih dahulu
5. Prosedur pengeluaran kas bank yaitu :
• Semua pembayaran yang relative besar digunakan cek
• Digunakan sistem voucer untuk menjamin bahwa pengeluaran kas memang untuk pengeluaran perusahaan
• Dipisahkan antara penulis, yang menandatangani dan mencatat pengeluaran cek
• Setiap hari diadakan laporan kas
• Setiap pengeluaran yang relative kecil dibentuk dana kas kecil (petty Cash) secara Sindental diadakan kas opnamae

Kegiatan Belajar 2 : Menidentifikasikan dan mencatat mutasi kas bank
a. Tujuan Kegiatan pemelajaran 2
Peserta diklat mampu :
1. Menjelaskan dokemen penerimaan kas
2. Menjelaskan dokemen pengeluaran kas
3. Mencatat mutasi penerimaan dan pengeluaran kas bank
b. Uraian Materi
Dokumen Penerimaan kas bank
Penerimaan kas bank suatu perusahaan terdiri dari berbagai sumber antar lain; dari penjualan tunai, penerimaan tagihan, Penerimaan pinjaman/kredit yang diterima sertai dari sumber lainnya.
Sebagai bukti tertulis/dokemen untuk penerimaan kas bank berupa copy nota kontan sus kuitansi atau bukti yang dibuatkan sendiri oleh perusahaan yaitu bukti kas masuk

Dokumen pengeluaran kas bank
Pengeluaran kas bank suatu perusahaan adalah untuk membiayai berbagai kegiatan antara lain ; untuk pembelian barang dagang secara tunai, pembayaran hutang, pembayaran biaya-biaya operasional perusahaan serta untuk pembiayai kegiatan lainnya.

Sebagai bukti tertulis/dokumen untuk pengeluaran kas bank dapat berupa nota kontan, kuitansi atau bukti dibuatkan sendiri oleh peruisahaan yaitu bukti kas keluar

Pencatatan mutasi kas bank
Pada pembahasan sebelumnya yang dimaksud dengan kas dalam suatu perusahaan adalah uang yang disimpan dibank, sehingga untuk mencatat mutasi bank selain dicatat oleh perusahaan itu sendiri tentunya ada catatan mutasi oleh bank tempat menyimpan uang perusahaan.
Sebagai ilustrasi diberikan catatan kas bank suatu perusahaan sebagai berikut :
Berikut ini adalah mutasi kas bank pada UD “ RASA” selama bulan Januari 2006
- 01 januari saldo Rp 2.190.000,00
- 01 januari pembentukan dana kas kecil Rp 1000.000,00 cek no 314
- 03 januari Penerimaan tagihan dari took “ JASA “ sudah dikurangi potongan tunai Rp 2.940.000,00 KM-01
- 07 januari penjualan barang dagangan Rp 10.800.000,00 KM-02
- 10 januari Pembelian tunai barang dagangan Rp 10.750.00,00 cek no 315
- 13 januari Pembayaran gaji dan upah karyawan Rp 1.500.000,00 dan beban listrik dan telepon Rp 1.250.000,00 cek no 316
- 15 januari Penjualan barang dagangan Rp 14.800.000,00 Km-03
- 20 januari Pembayaran hutang kepada PT RENO sudah termasuk potongan tunai pembelian Rp 8.820.000,00 cek no 318
- 27 januari Penjualan barang dagangan Rp 10.800.000,00 Km-04
- 30 januari Pembelian tunai barang dagangan Rp 10.750.000,00 cek no 139

Dari mutasi kas bank diatas maka dicatat pada rekening kas bank sebagai berikut :
Nama Rekening : Kas Bank





Tgl KET NO BUKTI DEBIT (RP) KREDIT (RP) SALDO
DEBIT (RP)
KREDIT (Rp)
Jan 01 Saldo V - - 2.190.000 -
Jan 01 Dana kas kecil 314 - . 1000.000 1.190.000 -
Jan 03 Terima tagihan Km.01 .2.940.000 4.130.000 -
Jan 07 Penjualan tunai Km.02 10.800.000 14.930.000 -
Jan 10 Pembelian tuani 315 - 10.750.000 4.180.000 -
Jan 13 Gaji, listrik dan telp 316 2.750.000 1.430.000 -
Jan 15 Penjualan tunai Km-03 14 800.000 16.230.000 -
Jan 20 Pembayaran hutang 317 8.820.000 7.410.000 -
Jan 27 Penjualan tunai Km-04 .10.800.000 18.210.000 -
Jan 30 Pembelian tuani 318 10.750.000 7.460.000


c. Rangkuman
Sebagai bukti tertulis/dokumen untuk pnerimaan kas bank dapat berupa copy nota kontan, sus kuitansi atau bukti yang dibuatkan sendiri oleh perusahaan yaitu bukti kas masuk

Sedangkan untuk bukti tertulis/Dokemen untuk pengeluaran kas bank dapat berupa nota kontan, kuitansi atau bukti yang dibuatkan sendiri oleh perusahaan yaitu bukti kas keluar

Untuk penerimaan kas bank dicatat disisi debit, sedangkan pengeluaran kas bank dicatat disisi kredit, selanjutnya catatan mutasi kas bank ini dicocokan dengan catatn menurut bank atau sering disebut Rekonsiliasi Bank

d. Tes Formatif
Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas !
1. Sebutkan minimal 3 sumber penerimaan kas pada suatu perusahaan!
2. Sebutkan minimal 3 obyek pengeluaran kas bank pada suatu perusahaan !
3. Diterima tagihan dari langganan Rp 1.500.000 mutasi ini dicatat pada kas bank disisi………….
4. Dibayar hutang kepada pihak kreditur Rp 2.500.000 tramsaksi ini dicatat pada kas bank disisi………
5. Berikut mutasi kas bank pada UD “ RASA” selama bulan februari 2006 :
• 01 feb Saldo Rp 2.5000
• 01 feb Pembentukan dana kas kecil Rp 1000.000 cek 318
• 03 feb Penerimaan tagihan dari took “Zaki’ sudah dikurangi pot tunai Rp 3.920.000 km-01
• 07 feb Penjualan barang dagangan Rp 13.700.000 km-02
• 10 feb Pembelian tunai barang dagangan Rp 12.750.000 cek no 319
• 20 feb Pembayaran hutang kepada PT arina sudah termasuk potongan tunai pembelian Rp 8.820.000 cek no 321
• 27 feb Penjualan barang dagangan Rp 11.800.000 km-03
• 30 feb Pembelian tunai barang dagangan Rp 11.750.000 cek 322
TUGAS : Catat transaksi diatas dalam mutasi kas bank !

e. Kunci Jawaban Tes Formatif
1. 3 Sumber penerimaan kas bank antara lain :
• dari penerimaan tagihan
• Dari penjualan barang dagangan secara tunai
• Dari pinjaman / kredit yang diterima
2. 3 sumber pengeluaran kas bank antara lain :
• Untuk pembayaran hutang dagang
• Untuk pembelian barang dagang
• Untuk pembayaran biaya-biaya operasional
3. Diterima tagihan Rp 1.500.000 transaksi dicatat dalam mutasi kas bank sebelah debit
4. Dibayar hutang kepada pihak kreditor Rp 2.500.000 transaksi ini dicatat pada kas bank disisi kredit
5. Catatan transaksi diatas pada mutasi kas bank sebagai berikut :

Nama Rekening : Kas Bank
Tgl Ket No Bukti Debit Kredit Saldo
Debit
Kredit
01 feb
01 feb

03 feb

07 feb

10 feb

20 feb

27 feb

30 feb Saldo
Dana kas kecil

Terima tagihan

Penjualan tunai

Pembelian tunai

Pembayaran tunai
Penjualan tunai

Pembelian tunai V
314

km-01

Km-02

315

321

km-03

318 -
-

3.92000.000

13.700.000

-

-

11.800.000

-
1000.000

-

-

12.750.000

8.820.000

-

11.750.000 2.500.000
1.500.000

5.420.000

19.120.000

5.370.000

-

9.550.000

21.30.000
-
-

-

-

-

3.250.000

-

-








MAKALAH PRODUKTIF

MAKALAH PRODUKTIF













Nama Kelompok :




KELAS : AK1
Tahun Ajaran 2010/2011











Dokumen Transaksi
Memproses Dokumen Transaksi
Jurnal merupakan pencatatan pertama kali (the book of original entry) dari suatu transaksi yang harus didasari tanda bukti transaksi yang terjadi. Pencatatan dalam jurnal melibatkan dua akun atau lebih yang harus didebet dan kredit dalam jumlah yang seimbang.
Akun /account
Akun adalah suatu daftar untuk mencatat transaksi keuangan yang mengakibatkan perubahan jumlah pada aktiva, kewajiban, ekuitas, pendapatan dan beban. Akun-akun yang terdapat dalam neraca (aktiva, kewajiban dan ekuitas) dikelompokan menjadi akun riil, sedangkan akun-akun yang terdapat dalam laporan laba/rugi (pendapatan dan beban) dikelompokan menjadi akun nominal.
Aktiva (Assets)
Aktiva adalah semua kekayaan yang dimiliki suatu perusahaan, baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud yang dapat dinilai dengan uang dan digunakan dalam operasional perusahaan. Aktiva terbagi dalam :
• Aktiva lancar adalah semua aktiva yang diharapkan dapat dicairkan tidak lebih dari satu tahun/satu siklus akuntansi.
• Investasi jangka panjang adalah penanaman modal dalam perusahaan lain dalam jangka waktu yang panjang.
• Aktiva tetap adalah kekayaan yang dimiliki perusahaan yang pemakaiannya lebih dari satu tahun dan digunakan untuk operasional perusahaan dan tidak untuk dijual kembali.
• Aktiva tetap tak berwujud adalah hak istimewa yang dimiliki perusahaan dan mempunyai nilai namun tidak mempunyai bentuk secara fisik.
Kewajiban (Liabilities)
Kewajiban adalah utang-utang perusahaan yang timbul karena peristiwa /transaksi masa lalu dan harus diselesaikan di masa yang akan datang dengan menyerahkan aktiva atau sumber daya perusahaan (berupa pelunasan). Kewajiban menurut jangka waktu pelunasan terbagi dalam kewajiban jangka pendek (kewajiban yang harus dilunasi tidak lebih dari satu tahun) dan kewajiban jangka panjang (kewajiban yang waktu pelunasannya lebih dari satu tahun).
Ekuitas (Equity)
Ekuitas adalah hak pemilikan atas aktiva perusahaan yang merupakan kekayaan bersih yaitu selisih antara aktiva dan utang.
Pendapatan (Revenue)
Pendapatan adalah penghasilan yang diperoleh melalui penyerahan barang atau jasa kepada para pembeli yang biasanya diukur dengan aktiva yang diterima sebagai penukaran atas barang atau jasa yang diserahkan selama periode tertentu. Pendapatan dibedakan menjadi pendapatan operasional (pendapatan dari kegiatan utama perusahaan) dan pendapatan non operasional (pendapatan yang diperoleh dari kegiatan utama/pokok perusahaan).
Beban (Expenses)
Beban adalah semua pengorbanan yang terjadi untuk memperoleh pendapatan selama periode tertentu. Beban terbagi dalam beban operasional (beban yang terjadi dalam rangka memperoleh pendapatan operasional dan beban non operasional (beban yang terjadi yang tidak berkaitan dengan kegiatan utama perusahaan).
Berikut ini adalah aturan pendebetan dan pengkreditan akun :
Di dalam melakukan penjurnalan maka aturan pedebetan dan pengkreditan mempunyai peranan yang sangat penting, sebab apabila salah menempatkan menjadikan data tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya.
Jurnal
Jurnal berasal dari bahasa Perancis yaitu journal yang berarti buku harian. Jurnal adalah buku harian yang digunakan untuk mencatat semua transaksi yang terjadi berupa pendebetan dan pengkreditan secara kronologis (menurut urutan tanggal) beserta penjelasan yang diperlukan. Jurnal memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut :
• Fungsi histories, artinya pencatatan setiap bukti transaksi dilakukan secara urut berdasarkan tanggal terjadinya transaksi.
• Fungsi mencatat, artinya semua transaksi harus dicatat dalam jrnal tanpa ada yang tertinggal
• Fungsi analisa, artinya pencatatan dalam jurnal merupakan hasil analisis transaksi berupa pendebetan dan pengkreditan serta jumlah masing-masing.
• Fungsi instruksi, artinya jurnal merupakan perintah untuk mendebit dan mengkredit akun buku besar sesuai dengan catatan dalam jurnal.
• Fungsi informatif, artinya catatan dalam jurnal memberikan penjelasan mengenai transaksi yang terjadi.
Jenis Jurnal
Ada dua jenis jurnal yang digunakan yaitu :
• Jurnal umum adalah formulir yang digunakan untuk mencatat setiap bukti transaksi berupa pendebetan dan pengkreditan secara kronologis beserta penjelasan-penjelasan yang diperlukan dari transaksi-transaksi tersebut.
• Jurnal khusus adalah jurnal yang terdiri dari jurnal pembelian, penjualan, penerimaan kas, pengeluaran kas dan memorial yang digunakan untuk memudahkan pengelompokan transaksi sejenis dan biasanya digunakan oleh perusahaan besar.
Untuk lebih jelasnya lihatlah bagan dibawah ini :
Berikut ini adalah contoh soal dan jurnalnya :
Dibawah ini adalah transaksi u salon Sarah :
1 Juli 2009 Sarah menyetor uang tunai u modal sebesar Rp 50.000.000,00
2 Juli 2009 Dibayar sewa untuk 2 tahun sebesar Rp 2.500.000,00
5 Juli 2009 Dibeli peralatan tunai Rp 5.000.000,00
6 Juli 2009 Dibeli peraltan Rp 2.000.000,00 dan dibayar tunai Rp 1.000.000,00
7 Juli 2009 Diterima pendapatan sebesar Rp 5.000.000,00 tunai dan yang masih di pihak ketiga Rp 2.000.000,00
10 Juli 2009 Dibayar utang Rp 1.000.000,00
13 Juli 2009 Diterima piutang usaha Rp 2.000.000,00
17 Juli 2009 Diambil untuk kepentingan pribadi Rp 500.000,00
31 Juli 2009 a. Perlengkapan yang tersisa Rp 500.000,00
b. Penyusutan peralatan Rp 500.000,00

Pengarsipan Dokumen Transaksi
Pengarsipan Dokumen
Bukti transaksi merupakan arsip yang penting bagi perusahaan. Oleh karena itu, penyimpanannya harus tertib agar mudah dicari apabila dibutuhkan dan agar tidak mudah rusak. Cara penyimpanan bukti transaksi yang baik ialah sebagai berikut :

Peralatan Pendukung Penyimpanan Bukti Transaksi
Berikut ini adalah peraltan yang membantu dalam pengelompokan dan penyimpanan bukti transaksi :
• Mesin Penjilid
Mesin penjilid ini digunakan untuk menjilid dokumen

• Stapler (hecht machine stapler)
Alat ini tediri dari penjepret (stapler) dan pembuka isi stapler
• Pelubang Kertas ( punched card machine/perforator)
Pelubang kertas digunakan untuk melubangi pinggiran kertas agar dapat dimasukan dalam map snelhecter
• Mesin pemotomg kertas (paper cuter/guillotine)
Mesin ini digunakan untuk memotong kertas sesuai dengan ukuran yang kita inginkan
• Mesin penghancur dokumen (shredden)
• Lemari arsip (filling cabinet)
Yaitu tempat meyimpan surat yang terdiri dari laci-laci secukupnya.
• Rak penyortir
Yaitu tempat arsip-arsip yang disortir sebelum dimasukan ke dalam folder masing-masing
Teknik Penyimpanan Bukti Transaksi
Teknik penyimpanan bukti transaksi yang dapat dilakukan adalah :
• Sistem abjad (alphabetic system)
Yaitu sistem penyimpanan dokumen dan penemuan kembali berdasarkan abjad
• Sistem tanggal (chronological system)
Yaitu sisitem penyimpanan dokumen dan penemuan kembali berdasarkan hari, tanggal, bulan dan waktu
• Sistem nomor (numeric system)
Yaitu sistem penyimpanan dokumen dan penemuan kembali berdasarkan nomor atau angka
• Sistem wilayah (geographic system)
Yaitu sistem penyimpanan dokumen dan penemuan kembali berdasarkan wilayah atau daerah
Persamaan Dasar Akuntansi
Persamaan Dasar Akuntansi
Persamaan dasar akuntansi adalah sistematika pencatatan yang menggambarkan suatu hubungan yang ada pada perusahaan yaitu pengaruh transaksi terhadap posisi keuangan perusahaan yang meliputi harta (aktiva) dengan sumbernya (kewajiban dan ekuitas). Bentuk persamaan dasar akuntansi adalah :


Aktiva/harta adalah semua kekayaan yang dimiliki suatu perusahaan baik yang berwujud maupun tidak berwujud yang dapat dinilai dengan uang dan digunakan dalam operasi perusahaan.
Kewajiban/utang adalah utang-utang perusahaan yang timbul karena peristiwa (transaksi) masa lalu dan harus diselesaikan di masa yang akan datang dengan menyerahkan aktiva atau sumber daya perusahaan (berupa pelunasan).
Ekuitas/modal adalah hak pemilikan atas aktiva perusahaan yang merupakan kekayaan bersih yaitu selisih antara aktiva dikurangi dengan kewajiban.
Berdasarkan informasi dari persamaan dasar akuntansi dapat dijadikan acuan atau sarana dalam menyusun laporan keuangan (laporan laba/rugi, laporan perubahan modal, neraca dan laporan arus kas).
Transaksi Keuangan dan Persamaan Akuntansi
Semua transaksi keuangan (peristiwa ekonomi) yang terjadi di perusahaan, dari yang paling sederhana sampai dengan yang paling kompleks akan mengakibatkan perubahan di antara ke tiga komponen persamaan dasar akuntansi tersebut. Perubahan yang dimaksud bisa menambah, mengurangi, atau merubah susunan aktiva, hutang, dan/atau modal. Penyelesaian persamaan itu merupakan hasil analisis dampak dari transaksi keuangan yang terjadi.
Laporan Keuangan (Financial Statement)
Anda tentunya masih mengingat dan sudah memahami bahwa tujuan dari penyelenggaraan akuntansi adalah menyajikan informasi keuangan. Informasi keuangan dari suatu perusahaan tersebut berguna bagi fihak-fihak yang berkepentingan dan memerlukannya (para pemakai) sebagai dasar untuk mengambil keputusan ekonomi. Dengan informasi keuangan yang diperoleh, mereka akan menganalisisnya dan kemudian menentukan keputusan ekonomi yang bermanfaat bagi pengembangan usaha mereka.
Mengingat bahwa informasi yang termuat di dalam laporan keuangan suatu perusahaan sangat penting bagi para pemakainya, maka penyusunannya harus memenuhi syarat kualitas primer dan sekunder.
Kualitas primer adalah kualitas utama yang membuat informasi akuntansi berguna sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Kualitas primer meliputi relevan dan handal (reliabel).
a) Relevan berarti bahwa laporan keuangan (informasi akuntansi) yang disusun oleh suatu perusahaan memiliki hubungan langsung dengan pengambilan keputusan. Informasi akuntansi dikatakan relevan jika dapat membuat perbedaan dalam pengambilan keputusan ekonomi oleh para pemakainya. Informasi yang relevan adalah informasi yang memiliki nilai prediktif, umpan balik, dan tepat waktu.
(1) Informasi memiliki nilai prediktif jika informasi tersebut dapat membantu para pemakainya untuk memprediksi kinerja perusahaan di masa depan berdasarkan peristiwa (transaksi) masa lalu, sekarang, dan yang akan datang. Ketepatan suatu prediksi sangat tergantung dari kemampuan para pemakai dalam menganalisis informasi dan kepekaan mereka dalam membaca peluang bisnis di masa depan.
(2) Informasi memiliki nilai umpan balik (feedback) jika informasi tersebut dapat mendukung atau memberi masukan untuk memperbaiki prediksi yang sudah dibuat oleh para pemakainya. Dengan informasi yang diperoleh, para pemakai dapat mengevaluasi kembali prediksi yang telah dibuat, sehingga dapat memperoleh masukan untuk menentukan apakah prediksinya sudah benar ataukah perlu direvisi.
(3) Tepat waktu berarti informasi akuntansi tersebut tersedia pada saat dibutuhkan oleh para pemakainya. Dengan demikian, informasi itu tidak kehilangan kapasitasnya dalam mempengaruhi keputusan yang diambil.
b) Handal (reliable) berarti bahwa informasi tersebut dapat dipercaya, karena cukup terbebas dari kesalahan dan penyimpangan di dalam penyajiannya. Informasi yang handal adalah informasi yang memenuhi syarat: dapat diperiksa, penyajian yang jujur, dan netral.
(1) Dapat diperiksa artinya laporan keuangan (informasi akuntansi) tersebut jika diaudit/diperiksa oleh beberapa auditor eksternal yang menggunakan metode sama akan memperoleh kesimpulan yang sama pula.
(2) Penyajian yang jujur artinya laporan keuangan disajikan sesuai dengan kondisi transaksi keuangan sebenarnya (kondisi riil). Dengan kalimat lain dapat dikemukakan bahwa suatu laporan keuangan disajikan secara jujur jika dalam penyajiannya ada kecocokan/kesesuaian antara transaksi yang sesungguhnya terjadi dengan laporan yang dibuat. Jadi, dalam penyususnan laporan keuangan tidak ada unsur rekayasa.
(3) Netral artinya tidak berpihak kepada golongan pemakai informasi tertentu. Tujuan penyusunan laporan keuangan adalah untuk menyajikan informasi akuntansi kepada semua pihak yang berkepentingan (pemakai). Oleh karena itu, di suatu perusahaan hanya ada satu laporan keuangan yang dapat dimanfaatkan oleh siapapun yang berkepentingan. Dengan demikian tidak ada pemakai informasi yang ”tersesat” sebagai akibat dari penggunaan informasi yang tidak netral.
Kualitas sekunder merupakan kualitas tambahan yang seharusnya dipenuhi dalam penyusunan laporan keuangan. Meskipun hal ini bukan merupakan kualitas utama, namun jika dipenuhi akan membawa dampak positip bagi pengguna/pemakainya. Kualitas sekunder meliputi keterbandingan dan konsistensi.
a) Keterbandingan berarti bahwa laporan keuangan (informasi) suatu perusahaan akan lebih bermakna bagi para pemakainya jika dapat diperbandingkan dengan informasi yang serupa dari perusahaan-perusahaan lain. Suatu informasi dianggap dapat diperbandingkan jika sudah dievaluasi dan dilaporkan dengan cara yang sama untuk perusahaan-perusahaan yang berbeda. Hal ini memberikan kemungkinan bagi para pemakainya untuk mengenali dan menganalisis persamaan atau perbedaan kondisi keuangan berbagai perusahaan karena metode akuntansi yang digunakan dapat diperbandingkan.
b) Konsistensi berarti bahwa laporan keuangan (informasi) suatu perusahaan akan lebih bermakna bagi para pemakainya jika dapat diperbandingkan dengan informasi yang serupa dari perusahaan yang sama pada waktu yang berbeda. Dalam menyajikan informasi, perusahaan harus memberikan perlakuan akuntansi yang sama terhadap transaksi yang sama pada waktu-waktu yang berbeda. Seiring dengan perjalanan waktu, perusahaan bisa mengubah metode (perlakuan) akuntansinya. Namun jika hal itu dilakukan, maka pada periode dilaksanakannya perubahan itu perusahaan harus mengungkap (dalam laporan keuangannya) tentang berbagai hal yang terkait dengan perubahan itu, seperti keunggulan metode baru yang digunakan dibandingkan yang lama, alasan mengubah metode tersebut, sifat dan dampak atas perubahan tersebut terhadap kondisi finansialnya.
Bentuk formal dari informasi keuangan suatu perusahaan adalah laporan keuangan (financial statement). Pada Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dijelaskan bahwa informasi yang disajikan dalam laporan keuangan suatu perusahaan bersifat umum. Hal ini berarti bahwa laporan kuangan suatu perusahaan disajikan dan ditujukan kepada semua pihak yang berkepentjngan terhadap informasi itu, baik dari unsur internal perusahaan maupun dari unsur eksternal. Dengan demikian, laporan keuangan tersebut tidak sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan informasi setiap pemakainya. Secara umum tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja keuangan, dan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan. Informasi ini diharapkan dapat bermanfaat dan dapat memenuhi kebutuhan para pihak yang berkepentingan (pemakai) dalam upaya mencari bahan masukan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan ekonomi.
Laporan keuangan yang lengkap terdiri atas 5 (lima) komponen, yaitu laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, neraca, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Dengan lima komponen laporan itu, diharapkan dapat memberi gambaran yang relatif komprehensif tentang kondisi keuangan suatu perusahaan. Dari lima komponen tersebut, laporan keuangan yang dibahas dalam bagian II modul ini hanya tiga jenis, yaitu laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, dan neraca. Dua jenis laporan lainnya, yaitu laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan akan dibahas pada modul yang lain.
Laporan laba rugi (income statement)
Untuk mengetahui kinerja keuangan suatu perusahaan, kita dapat melihat dari laporan keuangannya. Kinerja keuangan suatu perusahaan harus dilaporkan, minimal sekali dalam satu periode. Salah satu bentuk laporan keuangan yang dimaksud adalah laporan laba rugi. Laporan laba rugi merupakan laporan tentang kinerja keuangan suatu perusahaan. Dalam laporan ini disajikan jumlah pendapatan (revenue) dan biaya (expenses) serta laba atau rugi (profit/losses) suatu perusahaan selama periode waktu tertentu. Dari laporan ini kita dapat menganalisis perbandingan antara pendapatan dengan biaya untuk memperolehnya, sehingga dapat mengukur tingkat efisiensinya.
b) Laporan Perubahan Ekuitas (owner’s equity statement)
Bentuk lain dari laporan keuangan yang kita bahas pada bagian ini adalah laporan perubahan ekuitas pemilik perusahaan. Sesuai dengan namanya, laporan ini memberikan informasi tentang perubahan modal pemilik selama periode waktu tertentu. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan pada modal (ekuitas pemilik) adalah: tambahan investasi yang dilakukan oleh pemilik, pendapatan yang diperoleh dan biaya yang dikeluarkan (laba/rugi) selama satu periode, dan prive pemilik, baik ambil maupun menambah. Dengan membaca laporan ini, akan diketahui perubahan modal dan faktor apa yang menyebabkan perubahan tersebut.
c) Neraca (balance sheet)
Neraca merupakan laporan tentang posisi keuangan suatu perusahaan pada tanggal tertentu. Oleh karena itu, neraca sering disebut sebagai potret dari posisi keuangan perusahaan, karena kondisi keuangan yang disajikan pada neraca tersebut hanya terjadi pada tanggal tertentu, yaitu tanggal penyusunan neraca. Di luar tanggal penyusunan neraca, kondisi keuangan tersebut bisa berubah.
Secara umum, neraca dan laporan keuangan lainnya memiliki 2 (dua) bagian. Bagian pertama adalah kepala (heading) atau judul neraca yaitu keterangan singkat yang ditulis di bagian atas dari neraca. Judul neraca berisi: Nama perusahaan (pemilik neraca), kata ‘neraca’, dan tanggal neraca. Amatilah judul laporan laba rugi dan laporan perubahan modal Salon Sekarkedaton dan Penjahit Rapi di atas. Unsur isi judul tersebut sama, perbedaannya dengan neraca terletak pada tanggal penyusunan. Untuk neraca ditulis tanggal tertentu, sedangkan laporan tanggalnya mewakili satu periode (untuk periode yang berakhir tanggal …..). Judul (neraca atau laporan lainnya) harus ditulis dengan benar, karena judul itu merupakan identitas dari organisasi (perusahaan) pemilik laporan yang bersangkutan. Bagian kedua adalah batang tubuh neraca, berisi muatan informasi yang perlu disajikan.
Batang tubuh neraca dapat disusun dalam bentuk skontro atau stafel. Neraca yang berbentuk skontro biasanya disebut rekening huruf T atau bentuk horizontal, memiliki sisi debet yang lasim disebut aktiva dan sisi kredit yang lasim disebut pasiva. Jika suatu neraca disusun dalam bentuk stafel sering disebut bentuk vertikal atau laporan, maka tidak ada sisi debet dan sisi kredit. Susunan aktiva dan pasiva di atur berurutan dari atas ke bawah.
Posisi keuangan tersebut ditunjukkan oleh besaran aktiva, kewajiban, dan modal suatu perusahaan.
1) Aktiva (Assets)
Sumber daya ekonomi yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh perusahaan disebut asset, aktiva, atau harta. Di neraca, aktiva disajikan di sebelah Debet jika neraca tersebut berbentuk skontro, atau di atas (mendahului penyajian pasiva) jika berbentuk stafel. Penyajiannya di dalam neraca, aktiva dikelompokkan menjadi 3 (tiga) kelompok, yaitu aktiva lancar, aktiva investasi jangka panjang, dan aktiva tidak tetap.
(a) Aktiva Lancar (current assets)
Aktiva lancar adalah aktiva yang dapat diuangkan atau dapat dijadikan uang dalam jangka pendek (dalam satu siklus akuntansi). Suatu aktiva diklasifikasikan sebagai aktiva lancar jika aktiva tersebut memenuhi persyaratan berikut:
(1) diperkirakan akan direalisasi atau dimiliki untuk dijual atau digunakan dalam jangka waktu siklus operasi normal perusahaan; atau
(2) dimiliki untuk diperdagangkan atau untuk tujuan jangka pendek dan diharapkan akan direalisasi dalam jangka waktu 12 bulan dari tanggal neraca; atau
(3) berupa kas atau setara kas yang penggunaannya tidak dibatasi.
Contoh dari aktiva lancar adalah kas, piutang usaha, persediaan barang dagangan, supplies, asuransi dibayar dimuka, dan sebagainya. Penyusunannya di dalam neraca diatur menurut urut-urutan tingkat likuiditasnya. Artinya, aktiva lancar yang paling likuid dicantumkan paling atas, disusul dengan pos-pos lainnya yang kurang likuid.
(b) Investasi jangka panjang (long term investment)
Perusahaan yang memiliki dana cukup besar dan tidak segera digunakan, maka akan menanamkannya pada perusahaan lain, dalam bentuk pembelian surat-surat berharga (saham atau obligasi) atau bentuk lainnya. Jika perusahaan mempertahankan kepemilikan tersebut dalam jangka panjang, maka aktiva ini disebut investasi jangka panjang. Tujuan dari investasi ini adalah memanfaatkan dana perusahaan yang tidak/belum dipergunakan dengan harapan dapat memperoleh keuntungan, baik berupa capital gain (kenaikan nilai investasi) maupun dividen (bagian keuntungan) atau bunga. Kepemilikan surat-surat berharga ini direncanakan dalam jangka waktu panjang. Kalau kepemilikan surat berharga direncanakan dalam jangka pendek (diperjualbelikan) maka investasi jenis ini termasuk aktiva lancar.
© Aktiva Tetap (Fixed Assets)
Aktiva tetap adalah berbagai jenis aktiva yang dapat digunakan lebih dari satu periode operasi perusahaan. Aktiva tetap dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu aktiva tetap berwujud dan aktiva tetap tidak berwujud. Aktiva tetap berwujud adalah aktiva yang memiliki wujud fisik tertentu sehingga dapat diamati. Contoh dari aktiva tetap berwujud adalah tanah, gedung, peralatan (equipment), kendaraan dan sebagainya. Sedangkan aktiva tetap tak berwujud adalah aktiva yang tidak memiliki wujud fisik, tetapi memiliki nilai ekonomis. Contoh aktiva tetap tidak berwujud adalah goodwill, hak patent, merek dagang, dan sebagainya.
2) Kewajiban (liabilities)
Kewajiban atau hutang (liabilities) adalah pengorbanan manfaat ekonomis di masa yang akan datang sebagai akibat dari transaksi masa lalu. Kewajiban ini dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu hutang lancar (hutang jangka pendek) dan hutang jangka panjang. Pengklasifikasian jangka pendek dan jangka panjang didasarkan pada jangka waktu pelunasannya. Jika pelunasan hutang yang dimaksud adalah satu tahun atau dalam satu periode siklus operasi perusahaan mana yang lebih panjang, dari tanggal neraca maka akan dikelompokkan dalam hutang jangka pendek. Sebaliknya, jika tidak memenuhi kreteria tersebut dikelompokkan ke dalam hutang jangka panjang. Contoh hutang lancar adalah: hutang usaha (account payable), hutang wesel (notes payable), hutang pajak (Taxes payable), hutang biaya, dan sebagainya. Contoh hutang jangka panjang adalah: hipotik dan hutang obligasi.
c) Modal Pemilik (owner’s equity)
Modal pemilik adalah hak atau klaim pemilik atas aktiva yang dimiliki perusahaan atau organisasi bisnis. Pada perusahaan perseorangan, modal pemilik ditunjukkan oleh satu akun modal. Pada perusahaan persekutuan (firma atau komanditer) modal pemilik ditunjukkan oleh dua atau lebih akun modal. Sedangkan pada perusahaan bentuk perseroan maka modal pemilik ditunjukkan oleh akun modal saham (capital stocks), saldo laba (retained earning), agio/disagio saham dan sebagainya.
Ingatlah kembali bahwa penyajian komponen-komponen neraca tersebut secara umum ada dua macam, yaitu: bentuk rekening huruf T atau bentuk horisontal dan bentuk laporan atau bentuk vertikal.

AKU RINDU SEKALI AMA KAMU




Angin. . . .tahu kah kamu? ?
Aku merindukannya. . .
Rindu tawanya. . .
Rindu candanya. . .
Rindu senyum manisnya

Dia selalu menari indah dalam ingatanku. . .
Dia selalu hadir di tidur lelapku. . .

Orang yang mampu meluluhkan hatiku. . .
Tak pernah mampu kuhapus dari dinding hatiku. . .
Panah yang telah menancap dalam jantung hatiku. . .
Tak pernah mampu melawan dewa cinta yang kau utus untuk mencabutnya. . .

Wahai angin. . .
Sampaikanlah salam rinduku untuknya. . .
Pleace......

Kangen Cah Ayu





Dibalik sinar rembulan yang menerangi malam
dimalam yang sunyi sepi tanpa dirimu
adakah kau dengar suara didalam hatiMu
Aku yang merindukanMu …

Aku yang terdiam menatap bulan
dibawah langit yang kelam termenung menantiMu
berharap kesetia’anMu mengabulkan impianKu ..
detak detik waktu yang berjalan
mengantarkanKu dalam mimpi
yang berharap Kau hadir dalam mimpi terindahKu ..

Sayang Aku mencintaiMu
Hadirlah dalam setiap langkahKu
menggenggam tanganKu saatKu rapuh
karenaKu tak bisa hidup tanpaMu ..
I Miss U wish you all